makanan khas indonesia umumnya bercita rasa pedas. contohnya mulai dari keripik hingga masakan padang yang memang terkenal pedasnya. banyak orang yang menganggap makanan pedas dapat meningkatkan nafsu makan. Namun perlu diketahui, bahwa makan makanan pedas secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Menurut Dr. Betty Dwi Lestari, Msc, SpPD, pedas pada makanan bisa didapat dari beberapa hal yakni cabai, jahe, dan merica

Cabai merupakan produk yang paling banyak dipakai masyarakat Indonesia untuk pedasnya makanan. makin kecil ukuran cabai makin pedas rasanya, karena mengandung makin banyak capsaicin pada biji dan urat bagian dalamnya.

Capsaicin, kata Dr. Betty bermanfaat menstimulasi otak untuk memproduksi endorphin, hormon “feeling so good” yang tidak hanya berguna menghilangkan rasa sakit (terutama rematik), tetapi juga men-support “good mood”. selain itu, capsaicin (dalam beberapa penelitian awal) juga dapat menurunkan gula darah, kolesterol, dan menstimulasi produksi sel mukosa dalam sistem pencernaan.

Menurut Dr. Betty, dibalik pedasnya cabai terkandung Vitamin C di mana tiap 100g cabai mengandung sekitar 143,7 mikrogram. vitamin C adalah antioksidan yang larut air, sangat penting untuk sistesis kolagen, mencegah kulit kasar, dan meningkatkan daya tahan tubuh. kemampuannya sebagai sumber Antioksidan juga patut dikaui karena mengandung vitamin A. Cabai juga kaya potassium, manganese, zat besi dan magnesium. Potassium penting untuk komponen sel dan cairan tubuh yang membantu mengontrol tekanan darah dan denyut jantung.

Manganese dan magnesium untuk kofaktor enzim. zat besi untuk pembentukan sel darah merah. terakhir, cabai juga mengandung vitamin B kompleks.

Berbahayakah?

Rasa pedas bisa bermanfaat. namun bisa pula sebaliknya. pedas pada cabai bisa mengiritasi mukosa tubuh seperti mukosa mata, bibir dan saluran pencernaan. bagi para penderita maag atau dengan pencernaan yang sensitif, disarankan Dr. Betty untuk lebih berhati – hati dalam mengonsumsi pedas. lalu adakah batas bagi tubuh untuk mengonsumsi pedas bagi orang awam.

Dikatakan Dr. Betty, tidak ada batas pedas dalam mengonsumsi pedas karena ketahanan seseorang dengan orang lain akan berbeda. contohnya bila kita membandingkan orang Padang yang sangat suka dengan orang jawa yang lebih suka masakan cenderung manis. ada yang makan 10 cabai masih baik – baik saja tapi ada orang yang makan 2 buah cabai sudah panas dan mulas. “Sehingga batasan pedas, masing – masing sangat individual,” terangnya.

Awas Yang Maag

Pada penderita maag, pedas bisa menjadi musuh dalam selimut. Mereka diwanti – wanti untuk menghindari cabai karena sifatnya yang mengiritasi mukosa percernaan. Meskipun secara ilmiah capsaisin pada cabai masih menjadi kontroversi, dalam arti ada yang menyatakan baik bagi pencernaan tapi ada pula yang berpendapat sebaliknya.

Penelitian di Jepang menyatakan bahwa capsaisin pada cabai bisa menurunkan sekresi asam lambung melalui mekanisme blockade nervus vagus. Sementara penelitian di Belanda mengatakan cabai bisa menlindungi lambung dari efek buruk aspirin.

Meski begitu, Dr Betty tetap menghimbau para pasien maag untuk tidak mengonsumsi cabai secara berlebihan. “Ditakutkan bisa mengakibatkan produksi asam lambung meningkat sehingga memicu timbulnya tukak pada lambung.”

Namun Dr. Betty menolak kesimpulan bahwa mengonsumsi cabai menyebabkan penyakit tukak lambung. Ada banyak faktor penyebab terjadinya tukak lambung menurut Dr. Betty. Bisa karena sekresi asam lambung yang berlebih, penurunan aliran darah lambung, pemakaian obat-obat anti nyeri, alkohol, merokok, stress atau infeksi H. pylory.

“Jadi bukan konsimsi cabai yang menyebabkan tukak lambung. Meskipun capsaisin pada cabai sebaiknya dibatasi atau dihindari pada penderita gastritis,” Jelasnya

 

BAHAYA CANDU KERUPUK PEDAS

Kerupuk pedas sedang menjadi camilan popular. Rasa pedas yang bersanding dengan renyahnya kerupuk membuat orang jadi candu camilan ini. namun siapa kira camilan pedas ini bisa membawa masalah bila dikonsumsi tanpa kendali.

BERAT BADA NAIK

Bahan dasar kerupuk adalah karbohidrat. Diolah dengan cara menggoreng yang menggunakan minyak gorengdalam jumlah yang besar. Kedua makro nutrisi ini akan memberikan jumlah kilokalori yang besar. Kebiasaan ini akan mengakibatkan kelebihan berat badan. bila dibiarkan akan memicu banyak penyakit seperti jantung dll

GANGGUAN ASAM LAMBUNG

Rasa pedas yang berlebihan dapat mengakibatkanketidak seimbangan asam lambung. Kondisi seperti ini,apabila dibiarkan berlarut larut, dapat mengakibatkan munculnya kondisi yang lebih serius.

 

DOKTER KITA —- EDISI NOPEMBER 2013- Ratna Indra Sari