Hepatitis B

Apakah hepatitis B itu?

Hepatitis adalah istilah terjadi peradangan pada liver. Hepatitis B adalah peradangan liver yang disebabkan oleh Hepatitis B Virus (HBV). Seluruh dunia diperkirakan 300 juta orang merupakan karier (pembawa) hepatitis B, dengan infeksi baru 10-30 juta orang per tahun. Setiap tahun sekitar satu juta orang di dunia meninggal karena hepatitis B.

Bagaimana penularan hepatitis B?

HBV dapat ditularkan melalui darah dan produk darah, hubungan kelamin, penggunaan jarum suntik yang tercemar HBV serta penularan dari ibu yang menderita hepatitis B kepada bayinya saat proses kelahiran. Hepatitis cepat menyebar karena orang yang mengidap hepatitis B sering tidak menyadarinya, dan secara tidak sengaja menularkannya kepada orang lain yang kontak erat dengannya.

Bagaimana gejala hepatitis B?

Sebagian besar kasus hepatitis B tanpa gejala dalam beberapa tahun. Gejala kadang baru muncul jika sudah terjadi komplikasi seperti sirosis hati dan kanker hati. Hepatitis B akut mempunyai gejala mata kuning, kelemahan, rasa tidak nyaman di perut kanan atas, mual dan hilang nafsu makan. Hepatitis B akut bisa sembuh sempurna, tetapi sekitar 5% penderita dewasa akan menjadi karier hepatitis B dan hepatitis B kronis. Jika infeksi  pada bayi baru lahir diperkirakan 90% akan menjadi kronis, sehingga sangat penting pemberian vaksin hepatitis B.

Apakah hepatits B kronis itu?

Jika virus tidak dapat dieliminasi secara sempurna maka dalam darah dan hati tetap terdapat virus, meskipun kadang tanpa disertai gejala apapun. Di seluruh dunia terdapat sekitar 400 juta manusia pengidap kronik hepatitis B. Problem pada hepatitis B kronik adalah terdapatnya kemungkinan untuk berkembang manjadi sirosis hati atau kanker hati beberapa tahun setelah terinfeksi, serta kemungkinan untuk tidak secara sengaja menularkannya kepada orang lain.

Bagaimana pencegahan terkena hepatitis B?

Pencegahan dengan pemberian vaksinasi hepatitis B baik pada bayi/anak-anak maupun dewasa. Sebelum divaksinasi perlu dilakukan pemeriksaan darah HbsAg, anti Hbs dan anti Hbc. Apabila seseorang telah divaksinasi tiap tahun akan mengalami penurunan kekebalan antibodi terhadap hepatitis B, tiap 3-5 tahun dapat dilakukan booster vaksinasi. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal tersebut.

Cek HbsAg dan anti Hbs sebelum anda melakukan vaksinasi hepatitis B

 

Apa pilihan terapi hepatitis B?

Pilihan terapi hepatitis B dapat Anda konsultasikan dengan dokter:

  • Obat antiviral.
  • Hindari alkohol
  • Diit hati
  • Hindari zat-zat kimia dalam makanan (misal: pemanis, pengawet, pewarna, dengan mengurangi produk kaleng dan olahan pabrik)
  • Masak makanan dengan baik.
  • Makan banyak sayuran dan buah yang kaya antioksidan.
  • Hindari menghirup uap/pengencer cat dan produk pembersih yang mengandung phenol dan benzene

Penderita hepatitis B harus  tetap optimis dan tetap dapat menjalani hidup dengan bahagia.

 

Saya adalah penderita hepatitis B, apa yang harus dilakukan?

Sebagai seorang penderita hepatitis B beberapa hal yang harus Anda jalani dan perhatikan adalah:

  • Menjaga kesehatan, menghindari makanan dan obat yang memberatkan hati. Hati-hati dalam mengkonsumsi herbal dan jamu-jamuan. Konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dapat Anda konsumsi.
  • Konsultasi rutin ke dokter penyakit dalam (internist) atau ahli penyakit hati dan saluran cerna (gastroenterohepatologist) , berguna untuk memonitor fungsi hati dan perjalanan penyakit serta deteksi dini kanker hati. Monitor dengan pemeriksaan fisik, laboratorium (AST, ALT, HbsAg, Anti HBs, Anti HBc, HbeAg, HBV DNA, dan alpha-feto protein jika diperlukan), USG hepar.
  • Lindungi orang-orang yang Anda kasihi disekitar Anda:
  • Keluarga Anda harus mendapatkan vaksinasi hepatitis B, tindakan ini cukup efektif mencegah penularan hepatitis B.
  • Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, maka: jika terluka, tutup luka dengan baik; gunakan kondom saat berhubungan sex; jangan bergantian memakai sikat gigi, jarum, pisau pencukur, pemotong kuku, anting; jika ada bekas darah di kain rendah dengan pemutih/bleach (1 pemutih : 9 air); Anda tidak perlu melakukan donor darah dan donor organ.
  • Hepatitis B tidak menular dengan batuk, bersin, pelukan sehingga Anda tetap dapat berada didekat orang-orang yang Anda sayangi.

51 Responses to Hepatitis B

  • nunki says:

    Dokter, untuk berobat hepatitis,apakah cukup ke dokter spesialis penyakit dalam saja atau lebih baik ke dokter SpPD dg sub spesialis penyakit hati (gastroentrohepatologi kalo tidak salah namanya ya dok)?

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Keduanya bisa Bu, silahkan berkonsultasi langsung bagaimana rencana pengobatan dan monitor terapinya

  • Sunarto says:

    Dok, saya di ketahui HBsAg + sejak tahun 2009, sudah diperiksa ke 2 kali selang 6 bulan, dan hasilnya tetap positif,tapi saya tidak ada gejala dan setelah di periksa ke dokter mengatakan saya tidak perlu di berikan obat,hanya vitamin saja. Tapi 1,5 bulan lalu mata dan badan saya menjadi kuning, mual dan muntah, setelah di periksa ke dokter penyakit dalam dan di cek lab, saya di berikan pengobatan lamivudine, sekarang keadaan saya jauh membaik, yang saya ingin tanyakan sampai kapan saya harus minum obat tersebut? Ada yg mengatakan harus di berikan seumur hidup ,apakah bener dok? Terima kasih

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Pak Sunarto, lamivudin biasanya akan diberikan selama 12 bulan, tetapi akan dilakukan evaluasi. Jika diperkirakan resisten selama periode terapi akan diganti dengan antiviral lain. Ada sebuah penelitian yang menyimpulkan lamivudin bisa diberikan sampai 3 tahun untuk memperbaiki kerusakan liver yang sudah terjadi.

  • Herry says:

    Dok SGOT (AST ): 46 U/1, SGPT (ALT): 52 U/1 untuk penderita hepatitis B sudah parah belum?

  • Atok says:

    Dokter ibu saya penderita sirosis hati, HBV DNA virus terdeteksi 1.10 x 10^8, apakah ibu saya ada kesempatan buat sembuh (dengan anti virus), kalau tidak , kira kira berapa lama lagi kesempatan kami untuk bisa berkumpul (maaf dokter). Terima kasin

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Pak Herry, kadar SGOT dan SGPT tidak bisa untuk menilai keparahan infeksi Hepatitis B. Perlu pemeriksaan pelengkap seperti USG abdomen, biopsi dan kadar HBV DNA untuk mengetahui tingkat keparahan

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Pak Atok, jika sudah menjadi sirosis yang bisa dilakukan dokter adalah mencegah berlanjutnya sirosis menjadi lebih parah, salah satu caranya dengan mengeliminasi virus melalui pengobatan antivirus. Pengobatan tersebut diharapkan bisa mencegah kegagalan hati dan memperpanjang usia pasien. Pengobatan antiviral memang memberikan hasil yang lebih baik jika sebelum terjadi sirosis, saat sudah sirosis bisa untuk mencegah/memperlambat sirosis yang lebih berat. Sebaiknya sekeluarga dilakukan vaksinasi hepatitis B supaya tidak tertular terutama saat merawat ibu.

  • Ai Nur says:

    Dr, saya mau tanya. Apakah hepatitis B bisa sembuh total (HBsAgnya normal kembali)? Bagaimana cara menormalkan HBsAg yang positip? Mohon solusinya!

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    HBsAg bisa menjadi negatif kembali, bisa spontan atau perlu pengobatan antivirral tergantung kadar HBV DNA, SGOT, SGPT dan tingkat kerusakan liver.

  • Ai Nur says:

    Terimakasih dokter atas jawabannya. Untuk SGOT dan SGPTnya normal nilainya, HBeAg nya normal, HbSAg reaktip 9,85 . HBV DNA ya belum diperiksa. Apakah hepatitisnya parah? Makanan apa saja yg dilarang tuk dikonsumsi? Bisakah saya berobat ke dokter? Dan mohon alamat lengkap tempat dokter praktek. Terimakasih.

  • yayat says:

    Dokter, saya kemarin cek lab HbSAg saya reaktif (15,36). Apakah Hepatitis saya sudah parah dok, mohon solusinya untuk pengobatan saya mengambil langkah-langkah bagaimana. Terimakasih

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Mbak Ai Nur, sebaiknya menghindari obat-obatan yang memberatkan liver dan menghindari makanan berpengawet, pemanir dan perasa buatan. Hindari zat-zat toksin yang merusak liver seperti aflatoksin, pelarut cat dan zat kimia lain.
    Pak Yayat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan SGOT/SGPT, HBV DNA dan dilakukan USG abdomen. Perlu tidaknya terapi antivirus tergantung dengan hasil pemeriksaan tambahan tersebut.

  • agus says:

    Dear bu dr
    Saya laki laki berumur 22 th, saya selama ini baru manyadari setelah ikut tes jabatan di kantor saya. Alhasil saya gugur di tes kesehatan dengan vonis hepatitis B. Saya langsung check up ke RS terdekat dengan hasil lab tanggal 24 oktober 2012
    SGOT 31 SGPT 39 HBSAG (+) dan Anti HBS (-)
    kemudian ada peningkatan di tanggal 24 November 2012
    SGOT 33 SGPT 40 HBsAg masih (+)

    Berdasarkan hasil tes lab tersebut apakah hepatitis tersebut mengalami perkembangan buruk atau tidak?
    Saya sudah mengkonsumsi jelly g***t + sp******a sebulan ini.
    Bagaimana agar fungsi hati saya tetap berjalan dg baik? Bagaimana solusi penyembuhannya sementara saya memiliki keterbatasan dana buat berobat. Mohon dijawab

    • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
      dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

      Kondisi hepatitis bapak adalah hepatitis kronis. SGOT dan SGPT stabil normal. Perlu pengecekan HBeAg dan HBV DNA. Konsumsi jamu-jamuan dan obat-obatan harus dengan konsultasi dokter. Sebaiknya bapak menghindari pengawet, pemanis dan perasa buatan serta zat-zat yang memberatkan liver. Saya sarankan untuk mengkonsumsi makanan segar dan olahraga teratur.

  • Sumidi says:

    Dok. Hari kamis kemarin kami melakukan cek up medical dan ternyata hasil cek up medical HbsAg saya 2000/hepatitis.
    Yang saya tanyakan apakah hepatitis b yang saya derita sudah kronis?

    • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
      dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

      Perlu pengecekan SGOT, SGPT, HBeAg, HBV DNA untuk lebih memastikan status hepatitis bapak. USG abdomen juga perlu dilakukan untuk melihat kondisi liver bapak.

  • dani says:

    Assalaamu’alaikum. wr. wb…Dokter, kami HbsAg positif, antiHbe-nya negatif dan SGOT SGPTnya normal tapi saya suka bengkak pada kaki dan sering merasa lemas sekali….boleh tidak saya minum lamivudin sama p*****a yang sekarang saya minum cuma p******a saja…Mohon kasih pencerahan dokter…..Semoga dokter sehat selalu ..Amiiin

    • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
      dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

      Sebelum memutuskan terapi dengan lamivudin sebaiknya dicek HbeAg dan HBV DNA terlebih dahulu, sehingga manfaat terapi bisa diperkirakan. Kaki bengkak dan sering lemas sebaiknya ditelusuri lebih lanjut untuk dicari penyebabnya.

  • sudirman says:

    Dok, saya mau tanya waktu saya cek medical, Saya positif hepatitis B. Setelah saya cek di dokter lain. hasilnya sama (positif )dengan SGOT 19 SGPT 47. Apakah hepatitis saya sudah parah ?. Mohon di jawab….Wassalamu’alaikum

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Hepatitis Bapak adalah hepatitis kronis. Perlu pemeriksaan HbeAg dan HBV DNA dan USG abdomen. Kontrol rutin laboratorium diperlukan untuk memantau perkembangan penyakit

  • brahm says:

    Dok,saya mau tanya, hasil medical check up terakhir saya HbsAG (+) tapi Anti Hbs (+) juga. Setahu saya Anti Hbs (+) berarti saya sudah punya imunitas terhadap hepatitis dan saya memang telah divaksinasi hepatitis sebelumnya,tapi kok HbsAG (+) apa ini artinya saya menderita hepatitis? Mohon pencerahannya dok dan apa yang harus saya lakukan. Terima kasih

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Pak Brahm, Anti Hbs (+) bisa terjadi pada pasien yang telah menderita hepatitis dan juga bisa pada orang paska imunisasi. Imunisasi bisa memberikan kekebalan jika titer Anti Hbs yang dibentuk tubuh mencapai kadar tertentu, jika kadar menurun perlu imunisasi ulang/booster. HbSAg (+) berarti bapak menderita hepatitis B. Silahkan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter penyakit dalam untuk penanganan lebih lanjut.

  • Robianto Pasoyan says:

    Dok, bagaimana cara penanggulangan jika sudah terdeteksi positif Hepatitis B?
    Amankah mengkonsumsi obat-obat herbal?

    Terima ksih atas infonya Dok.

    Robianto

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Tidak semua obat-obatan herbal aman untuk pasien hepatitis. Perlu monitoring berkala untuk perkembangan hepatitisnya.

  • Ranggo says:

    Dok….
    Jika HBV DNA virus terdeteksi 10^5 dan SGOT-SGPT normal, apa yang sebaiknya di lakukan?
    untuk mengukur tingkat kronisnya Hepatitis B, apakah berdasarkan HBV DNA atau SGOT-SGPT?

    Atas penjelasannya, kami ucapkan banyak terima kasih

    Ranggo, AR

    • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
      dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

      HBV DNA diukur untuk mengetahui apakah masuk dalam kondisi hepatitis B kronis atau sedang inaktif. SGOT-SGPT diukur untuk memastikan apakah memerlukan terapi antiviral atau tidak. Ada pengukuran HBeAg yang digunakan untuk menilai penularan ke orang lain. Jika HBV DNA 10^5 dan SGOT-SGPT normal maka merupakan hepatitis B kronis. Perlu monitor berkala tiap 6-12 bulan kemudian

  • endro says:

    Dok, saya penderita hepatitis B sejak 1996. Tahun 2002 dirawat di RS hingga 1 bulan + 1 bulan di rumah bedrest (total 2 bulan), saat itu SGOT mencapai 2000, bilirubin 6. Setelah 2 bulan kembali normal. Pada th 2006 kembali sakit sgot/sgpt sekitar 800an, dan saya kembali bedrest 1 bulan di rumah. Sejak saat itu saya diberi dokter pengobatan entecavir (Ba*****de) dan dikonsumsi selama 18 bulan. hasilnya memuaskan, hingga tahun 2012 aman, sgot & sgpt cukup stabil. Begitu juga HBV DNA tak terdeteksi. Tapi th 2012 agustus, kembali SGOT naik hingga 500 dan HBVDNA kembali muncul. Saat ini saya akan mulai dengan terapi obat Tenofovir (anjuran dokter) – vi**ad produk Gi**ad.
    Pertanyaan : apakah dengan tenofovir itu bisa sembuh total, dan apakah tenofovir akan saya konsumsi terus? Mengingat harga tenofovir Vi**ad cukup mahal, apakah saya bisa pakai persamaannya yakni produk Ki*** Fa*** yg ternyata jauh lebih murah (Vi***m).

    Terimakasih

    • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
      dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

      Pak Endro, tenofovir adalah obat terbaru. Seperti halnya antivirus hepatitis B yang lain bisa juga muncul resistensi, tetapi karena masih baru kadar resistensinya sangat kecil. Silahkan bapak berkomunikasi dengan dokter yang merawat mengenai masalah biaya dan meminta ganti dengan produk dalam negeri yang lebih terjangkau. Kami dokter tidak akan keberatan jika pasien meminta produk generik atau produk dalam negeri yang lebih murah. Lebih baik berkomunikasi didepan daripada terputus pengobatannya

  • Faiz says:

    Dok, beberapa hari lalu saya cek HBsAg dan Anti HBs. Hasilnya HBsAg (-) dan Anti HBs (+ 8,7) tetapi belum melakukan vaksin hepatitis B. Yang ingin saya tanyakan apakah betul jika hasil Anti HBs positif tetapi belum melakukan vaksin itu sebelumnya pernah terjangkit hepatitis B? Apakah saya harus vaksin apa tidak jika hasil Anti HBs saya sudah positif walau titernya kecil?
    Terima kasih.

    • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
      dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

      HBsAg (-) dan AntiHBs(+) bisa pada penderita hepatitis B yang sudah sembuh atau orang setelah divaksin. Kemungkinan Faiz sudah divaksin saat bayi akan tetapi titer antiHBs sudah mulai menurun dan memerlukan booster untuk meningkatkan kekebalan

  • Alfie says:

    Dokter, hasil tes LAB saya :
    HbsAg : reaktif indeks 5562.85 (jika non reaktif adalah indeksnya 1 )
    Hasil itu maksudnya bagaimana ya Dok? Apa saya dikatakan terkena hepatitis B tetapi dalam kondisi virus tidur ?
    AntiHBS : negatif
    Mohon bantuan penjelasannnya. Terima kasih banyak

    • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
      dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

      Bu Alfie, ibu menderita hepatitis B. Untuk mengetahui virus kondisi tidur atau aktif harus dilakukan pemeriksaan tambahan seperti SGOT/SGPT, HBeAg dan HBV DNA.

  • Asif says:

    Dok, sekitar 5 tahun lalu saya dinyatakan HbsAg (+)2000, tetapi saya merasa sehat saja. Sejak itu saya tidak pernah cek lagi karena saya tidak ada gejala. Cara mudah mengetahui sembuh tidaknya bagaimana dok?

  • Siti Sumayyah says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb dokter, kakak saya menderita hepatitis B kronis, kami bingung jenis makanan apa saja sebetulnya yang diperbolehkan, karena banyak pantangan, badannya jadi kurus. Menu sehari-hari yang boleh apa saja? Kemudian makanan selingannya apa saja? Jenis susu yg boleh dikonsumsi susu apa?
    Terima kasih sebelumnya bu dokter, semoga dilimpahkan sehat dan berkah selalu.

  • dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD
    dr. Betty Dwi Lestari, MSc., SpPD says:

    Amien, terima kasih atas doanya. Bu Siti, tidak banyak kok pantangan untuk pasien hepatitis kronis. Diet yang seimbang sangat disarankan. Sebaiknya mengkonsumsi banyak buah dan sayuran, mengurangi lemak dan junk food. Stop alkohol dan merokok. Makanan sebaiknya yang alami/natural, tidak banyak tambahan bahan pengawet. Cukup minum (8-10 gelas/hr). Susu yang dapat dikonsumsi adalah susu yang khusus untuk penderita gangguan hati, bisa diperoleh di apotek-apotek terdekat.

  • fahmi says:

    Dok, saya sempat masuk rumah sakit hampir satu minggu. Ternyata saya didiagnosa hepatitis B, Hbs Ag positif tapi SGOT dan SGPT normal. SGOT = 13 dan SGPT = 20. Apakah kategori hepatitis saya parah dok? Sampai sekarang badan saya sering masih lemas.

  • m.sirojuddin says:

    Dokter yang terhormat,
    Terima kasih atas tanya-jawabnya bisa menambah pengetahuan
    Cuma masih ada yg menganjal, mengapa/seberapa menularkah ke istri sebab sudah 10 th-an terdeteksi hepatitis B, dan terdeteksi HbsAg reaktif setahun yang lalu, hasil lab. saya (sgot,sgpt,direk Bill.& total Bill.-usg) normal semua
    Sekali lagi terima kasih atas jawabannya

  • permana says:

    Assalaamu’alaikum dok. Dok saya mempunyai istri dengan Hepatitis b kronik. Saya melakukan tes HBsAg dan vaksinasi Hep B. Alhamdulillah HBsAgnya negatif dan antiHBs saya 266,6 mlu/ml. Apakah saya perlu booster dan apa bisa tertular dari istri saya dok? Terima kasih

  • eddy says:

    Dok, HBsAG saya positif (11.95) dan anti HBs negative (<5). Hasil USGabdomen semua organ bagus.
    Apakah hepatitis saya parah dan apakah bisa menular di tempat kerja? Saya kerja menggunakan komputer, bukan benda tajam.
    Terima kasih

  • anita says:

    Selamat siang Dokter yang baik… informasinya sangat membantu, Tuhan membalas budi baik Dokter, amin..
    Perkenalan saya Anita, usia 31 th. Saya sudah mengetahui saya kena Hepatitis B sejak 2010 saat mengantar kakak perempuan saya dan ternyata mama dan kakak perempuan saya hepatitis B semua. Dok, saya sudah check SGOT 18, SGPT 11 (per awal april 2013), HBeAg non reaktif indeks : 0.347, Anti HBe : reaktif indeks : 0.01, pernah USG kira-kira satu tahun lalu dan hasil baik. Saya belum pernah test HBV DNA. Terakhir awal bulan kemarin saya menemui Dokter internist, tetapi berhubung ybs sangat banyak pasiennya-jadi terkesan diburu-buru dan pasien tidak bisa tanya lebih lanjut, saya sampai lupa pada beberapa pertanyaan ini:
    1. Saya baru-baru ini sekitar 20 harian jika BAB selalu seperti bubur dan bau sangat busuk. Saya tidak berani minum obat apa-apa Dok. Karena pernah minum obat diare bio**ar — saya mengalami sakit di tulang belakang saya–linu. Jadi saya tidak minum lagi. Apakah diare saya ini karena hepatitis B saya Dok? Saya tahu positif Hepatitis B sejak 2010 dan saya tidak pernah BAB bubur seperti ini. Saya suka makan pedas (cabe 2)
    2. Saya sering merasa payah pada daerah punggung (tulang belakang) apakah ini petanda buruk Dok?
    3. Apakah benar, jika SGOT dan SGPT normal, meskipun HBV DNA >20.000, maka tetap TIDAK BOLEH menjalani terapi interferon? krn akan malah memperburuk kondisi. Acuan terapi di berikan jika SGPT dan SGOT tinggi saja?
    Terimakasih banyak Bu Dokter… Tuhan memberkati Ibu dan Keluarga, amin.

  • Siti Sumayyah says:

    Bu Dokter, kakak saya sakit hepatitis B kronis, baru-baru ini ada benjolan di leher kanan dan harus biopsi. Adakah dampak yang ditimbulkan berhubung beliau menderita hepatitis B? saya khawatir sekali, Dokter. berbahayakah atau tidak baginya? Mohon pencerahan..Semoga Dokter sehat selalu dan diberi keberkahan dalam segala hal.Aamiiin.terima kasih Dok..

  • ainul yaqin asy'ari says:

    Bu dokter baru-baru ini saya check up di rumah sakit hasilnya kurang memuaskan
    HBsAg + (17.48)
    SGOT 20
    SGPT 36
    HBeAg + 1269.237
    Dokter yang memeriksa menganjurkan hanya untuk menjaga daya tahan tubuh..
    Sedangkan saya bingung apakah hepatitis saya ini kronis apa sudah akut? Mohon pencerahannya.

  • fatna ariya says:

    Jika sesorang baru saja melakukan vaksin hepatitis B,apakah benar tidak boleh melakukan donor darah?. Terima kasih.

  • ummi says:

    Dokter yang cantik, aku mau bertanya nih. .
    Temen aku waktu SD dulu pernah terkena gejala hepatitis B, lalu diberikan pengobatan oleh dokter…dalam waktu satu minggu sakitnya Alhamdulillah sudah hilang (kulit dan matanya tidak berwarna kuning lagi)…Apakah itu pertanda sakitnya sembuh total dok? Sekarang temen saya itu sudah berusia 28th dan penyakitnya tidak kambuh lagi dok.

  • Yuli says:

    Selamat siang Dok,

    Sebelum saya melahirkan anak pertama saya tahun 2011, saya dites lab oleh pihak RS dan ternyata HBsAg positif. Kebetulan sebelum melahirkan saya sudah diberitahu kalau janin saya belum turun panggul sehingga diputuskan operasi caesar.
    Ketika itu tes lab tidak diberikan dan saya belum terlalu paham apa itu HBsAg positif. Setelah anak saya beranjak 1 tahunan saya baru mencari-cari informasinya lalu bulan april 2013 saya tes lab sendiri dan HBsAg masih positif serta anti HBs 0,91 mIU/mL. Alhamdulillah saat itu juga suami saya juga tes lab dan HBsAg negatif.
    Apakah arti dari hasil tes lab saya ini? Karena saya belum berobat ke dokter penyakit dalam.
    Terima kasih sebelumnya atas jawabannya.

  • Via says:

    Assalaamu’alaikum wr. wb.
    Dokter saya mau tanya kalau hasil Anti-HBs reaktif dengan kons: 63.2, itu maksudnya apa ya dok apakah saya mengalami hepatitis B ? Dan apakah saya boleh melakukan vaksin hepatitis B dalam waktu dekat ini ?
    Terima kasih

  • Bhiyah says:

    Dok suami saya positif hepatitis b, tapi saya tes lab saya negatif. Apa saya harus vaksin atau tidak, sdgkan saya saat ini sedang hamil 5 bulan? Bagaimana dengan anak saya umur 5 th apa harus tes lab dan vaksin? Apa bisa tertular lewat keringat? Saya hubungan intim dengan kondom, apa boleh tangan memegang?

  • laila says:

    Dok, saya penderita hepatitis B. Sudah beberapa tahun tdk berobat. Kemudian saya berobat tetapi disarankan dokter untuk tes HBV DNA. Untuk tes itu saya tidak sanggup bu karena masalah keuangan. Bagaimana bu solusinya? Apakah saya bisa sembuh ?

  • ilham says:

    Doc saya mau bertanya. Apakah boleh divaksin jika HBsAg +, anti HBsAg -. HbeAg dan anti HBe – ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Recent Comments
"Biasakan BAB tiap hari. BAB yg sulit meningkatkan resiko ca colon"
over a year ago
"Survey di Amerika:3000 org perokok pasif meninggal per tahun karena kanker paru. Perokok pasif lbh berbahaya krn menghisap asap tanpa filter"
over a year ago
"Kanker Paru 90% karena asap rokok. Baik pada perokok aktif atau pasif yg terpapar terus menerus. Jauhkan terutama anak2 dari asap rokok"
over a year ago
"@VikoVit tdk apa2...sehat selalu ya ;-)"
over a year ago
"Sel mengalami mutasi gen menjadi kanker kalau terpapar zat karsinogen terus menerus sehingga DNA berubah"
over a year ago

Terima kasih telah mengunjungi website ini. Website ini saya bangun sebagai upaya memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyakit dalam.
Silahkan memanfaatkan fitur tanya jawab online untuk berkonsultasi seputar ilmu penyakit dalam. Semoga website ini bisa bermanfaat bagi anda semua.

Dapatkan informasi kesehatan penyakit dalam dengan cara mendaftarkan email anda. Terima kasih

Join 166 other subscribers

Hasil lab feses

This post send by fitri suhermawati Assalamualaikum dokter Betty. Terimakasih sebelumnya telah merespon pertanyaan saya. Begini dok, bayi perempuan saya

Read more

 
Batu Empedu

This post send by Rino Sebastian Dear dr. Betty, Saya Rino, Saya di diagnosa dokter mengalami batu empedu dan katanya

Read more

 
Tes HIV please help

This post send by adi Dear dokter, Pada tanggal 22 Mei 2014, saya beserta istri melakukan test lab untuk penyakit

Read more

 
Feses hitam, sering muntah, uluhati perih

This post send by Erick gunawan Salam dok. Saya ingin mencari informasi mengenai penyakit yang saya derita selama beberapa tahun

Read more