Apakah tekanan darah itu?

Tekanan darah adalah tekanan dari darah yang berada dalam pembuluh arteri. Pengukuran menggunakan mmHg (milimeter air raksa). Jika tekanan darah Anda 150/95 mmHg berarti tekanan sistolik 150 dan diastolik 95 mmHg. Tekanan sistolik adalah tekanan dalam arteri saat jantung berkontraksi, sedangkan diastolik adalah tekanan dalam arteri saat jantung beristirahat sebelum berkontransi lagi.

Apakah hipertensi/tekanan darah tinggi itu?

Tekanan darah tinggi adalah jika tekanan darah ≥140/90, menetap pada beberapa kali pengukuran. Tekanan darah tinggi dapat berupa: hipertensi sistolik (misal: 170/70 mmHg), hipertensi diastolik (misal: 120/105 mmHg), atau hipertensi (diastolik dan sistolik, misal: 170/110 mmHg)

Apa penyebab hipertensi?

Penyebab hipertensi sebagaian besar tidak diketahui, disebut hipertensi esensial. Sedangkan sebab yang diketahui bisa karena genetik, obesitas, sekunder karena penyakit ginjal, serta gangguan hormonal. Diabetes dan kolesterol tinggi seringkali juga disertai hipertensi. Orang perokok dan stress psikosomatis lebih rentan menderita hipertensi.

Gejala apa yang mungkin timbul jika saya menderita hipertensi?

Hipertensi dapat tanpa gejala sehingga perlu dilakukan cek tekanan darah rutin terutama bagi orang yang mempunyai risiko seperti di atas. Gejala yang mungkin timbul dapat berupa: pusing, telinga berdenging, mudah marah, pandangan berkunang – kunang, rasa berat di tengkuk, jantung berdebar – debar, denyut nadi cepat bahkan mual dan muntah. Jangan tunda melakukan pengecekan tekanan darah dan berkonsultasi dengan dokter.

Kapan tekanan darah tinggi saya diterapi?

Ada beberapa faktor yang akan dipertimbangkan dokter untuk memulai terapi dengan obat. Pertimbangan ini berbeda bagi tiap-tiap orang dan pemilihan obat pun berbeda bagi tiap orang. Tekanan darah ≥160/100 akan diberikan obat penurun hipertensi kecuali jika ada pertimbangan lain, penyakit penyerta juga menjadi pertimbangan kapan mulai terapi obat hipertensi (diabetes, sakit ginjal, jantung, stroke, dll).

Apakah harus dengan obat-obatan?

Terapi hipertensi meliputi beberapa hal:

  • Modifikasi gaya hidup (olahraga, hindari stress, stop merokok, stop alkohol)
  • Penurunan berat badan
  • Diit hipertensi (rendah garam, rendah kolesterol, kurangi kafein)
  • Obat-obatan hipertensi
  • Pengendalian penyakit sekunder

Pasien hipertensi bisa dikontrol hanya dengan gaya hidup dan diit hipertensi saja, konsultasikan dengan dokter untuk pemilihan obat hipertensi dan dosisnya.

Apa komplikasi hipertensi yang tidak terkendali?

Organ-organ tubuh ada yang rentan terhadap tekanan darah tinggi yang terus menerus datau yang mendadak tinggi, yaitu:

  • Otak : stroke
  • Ginjal: gagal ginjal
  • Jantung: serangan jantung
  • Retina: retinopati hipertensi

Untuk menghindari kejadian kardiovaskular di atas pengendalian hipertensi harus mencapai target. Konsultasi segera dengan dokter jika terjadi kelemahan anggota gerak, pelo, nyeri dada, gangguan penglihatan serta cek laboratorium darah dan urin minimal tiap 1 tahun sekali.